singkat cerita, aku ngisi waktu luang mudik di rumah mertua, dengan belajar menjahit. Karena ibu mertuaku adalah penjahit yang masih aktif sejak puluhan tahun yang lalu,

Pertama aku belajar menjahit Baju Gamis panjang.

Ajaib kan, pertama belajar langsung bikin baju.
Udah gitu ibu mertua terbiasa membuat baju dengan teknik Belanda.
Yaitu membuat pola langsung di kainnya.

Padahal waktu aku masih muda, ibu dan mbakku mengajariku membuat pola baju dulu dari kertas koran atau kertas sampul coklat.

Aku teriak-teriak aja, Nekaad nekaad, ketika melihat adik iparku menggunting kain setelah dipola dengan cara Belanda itu tadi.

Bener-bener nekad tanpa sebutir jarum pentul pun.

Begitu pula ketika menjahit, langsung aja, ejes ejes tanpa jarum pentul.

Dipikir-pikir ibu mertuaku jago beneer.
Bisa menjahit cara seperti itu, tanpa pola kertas, tanpa jarum pentul dan bisa kombinasi aneka gaya baju. Hebaat tenaaan

Karena baru pertama njahit, ya ga berani pakai mesin jahit yang pakai dinamo. takut nggak bisa menghandle injakan kaki. jadi pakai mesin jahit super jadul punya ibu mertua. yang diinjek pakai kaki.

setelah bikin baju beres, walau hampir 50% banyak jahitan miring, serta harus bongkar 2 kali soalnya terlalu sempit di badanku, aku pun berlanjut membuat tas perca ini sendiri.

bahan kainnya tipis, rata-rata bahan kain sifon dan kain furing.
tapi berguna sekali dan bisa muat baju banyak banget, pas kupakai untuk mudik lagi ke saudara selanjutnya.

setelah ini, ingin kupasang mesin jahitku di rumahku sendiri, dan bergerilya mencari kain perca untuk dijadikan tas dll... perca hunter akan muncul nanti,,, hohohoh