Di awal tahun 2019, saya mendapatkan kejutan lagi dari Sang Maha Kuasa dan Maha Baik. 
Setelah kejutan pertama di akhir tahun 2018, nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba jadi "presiden" :)


Alhamdulillah, Allahu Akbar. Sungguh hanya karena kebaikan-NYA itulah saya akhirnya bisa diterima sebagai salah satu Public Participants UC Apple Developer Academy. 

Hal detil tentang UC Apple Developer Academy, bisa di baca di sini

Tersebutlah mbak Eta Rahayu, salah satu blogger muda dan cantik dari Surabaya, yang membagikan informasi rekritmen ini di grup whatsapp. Dia me-mention nama saya, dan mengatakan, "mungkin ini cocok buat mbak Heni".

Sejenak saya langsung 'suudzon', biasanya rekruitmen semacam ini akan dibatasi umurnya. Kalau nggak maksimal 25 tahun, ya 35 tahun. Maka tanpa pikir panjang, saya langsung teruskan saja informasi itu ke grup Gabung KCMI - Grup whatsapp untuk anggota baru Komunitas Coding Mum Indonesia. Juga beberapa grup alumni Coding Mum. 

Setelah waktu longgar, baru saya baca lebih detil lagi rekruitmen itu, dan ternyata  usia saya masih bisa masuk. Wah, kesempatan ini harus dicoba. Saya pun mengikuti alur pendaftaran yang dipersyaratkan. 

Tahap pertama pendaftaran adalah mengirimkan dokumen di form online yang sudah di sediakan. Jika lolos, maka akan mendapatkan chat di whatsapp. Dan alhamdulillah saya lolos tahap pertama. 

Tahap kedua adalah membuat video profil dengan tema "Kenapa saya harus ikut program UC Apple Dev Academy". Video lalu diposting di you tube dan media sosial dengan hestek tertentu. 

Baik tahap kesatu maupun kedua, masing-masing saya kena deadline sekitar 2 hari saja. Dan ketika akan posting videonya, diselingi drama listrik mati dan wifi ngadat di rumah. Seperti yang saya ceritakan di sini. 

postingan lengkap bisa dibaca di sini

Ketahanan mental pegiat digital memang harus diuji dengan drama akses internet. Maka, ketika listrik sudah menyala dan mulai aman posisi sinyal wifinya yang sempat nyala padam nyala padam, saya posting saja video itu. Video berdurasi 3 menit, lebih lama daripada syarat seharusnya yang sekitar 1 menitan. Tapi saya sudah tidak ada waktu lagi untuk mengeditnya atau rekaman ulang. Khawatir wifi semakin bermasalah. 

Video Profil


Saya mengirimkan video ini dengan ZERO MIND, tidak berandai-andai atau mengharapkan apa-apa. Sengaja saya masukkan profil sebagai Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia, juga memasang banner Kelasku Digital sebagai latar belakang. Dengan alasan, kalaupun saya tidak lolos, minimal orang tahu apa itu Coding Mum, lalu juga melihat dan mendengar apa itu Kelasku Digital. Semacam promosi terselubung :)

Hari pengumuman pun datang, saya mendapatkan chat whatsapp bahwa masuk Top Priority calon peserta, kemudian harus mengikuti Potential Test di Universitas Ciputra. Ada hal lucu di hari tes itu. Ketika akan menuliskan absensi, ada peserta yang kikuk ketika melihat saya. Antara ingin hormat ke ibu guru atau pegawai kampus gitu kali perasaannya hahaha. Maklum saja lah ya, penampilan saya pasti udah ibu-ibu banget. 



 Nah ini, saya kebetulan bareng jadwalnya dengan Hildi, dia ini anak muda dev Surabaya yang bekerja di Maulidan Games Studio.


Ujian 100% dilakukan secara online. Hati saya jadi maknyes gimana gitu, serasa anak SMA lagi ujian nasional :).

Isi test-nya sendiri  tentang:
Logika = macam Tes Potensial Akademik, Coding, Creative dan Bisnis.
Total 100 soal dikerjakan online di komputer yang sudah disiapkan Univ.Ciputra Surabaya.

Sebelum pulang, saya dan Hildi ngobrol di lobi belakang. Lalu bertemu bu Jelita yang baru saja selesai ujian di sesi kedua. Kami tertawa membicarakan Score hasil ujian. Hildi mendapat skor 70, saya 65 dan Jelita 45 (merdeka!).



Selesai ujian ini, tahap selanjutnya adalah interview. Jeda waktu pengumuman cukup lama dan awalnya saya tidak mendapatkan chat whatsapp ketika Hildi dan lainnya sudah diberitahu bahwa lolos tes potensial tadi, dan harus interview. 

Nah, saya sudah berasumsi gagal alias tidak lolos. Maka saya pun mengatur siasat dan strategi lain bersama Trio Coding Mum Surabaya dan juga Hildi yang ketemu saya tadi. Pada intinya kami siap gas pol untuk membuka kelas belajar baik untuk Coding Mum maupun Coding Kids di Surabaya dan sekitarnya. 

TRIOBOLOLO = 3 pegiat Coding Mum Surabaya
ki-ka= Jelita, Tika, Saya 

Ternyata, sekitar sebulan kemudian saya mendapatkan chat pribadi dari satu blogger muda Surabaya, yang mendapatkan chat dari UC, untuk mengikuti Potensial Test. Rupanya ada rekruitmen tahap kedua di bulan Februari. Dan tanpa disangka, saya mendapatkan chat whatsapp untuk mengikuti Interview di UC. Wah, saya lolos tes ternyata? Skor 65 masih memenuhi syarat skor minimal.


Antara percaya nggak percaya, alhamdulillah masih ada kesempatan kedua. Maka harus saya gunakan sebaik-baiknya. Namun sekali lagi, Zero Mind, saya tak ingin berharap terlalu muluk. Saya sadar diri dan sadar umur heheh. 

Lihat saja foto di atas, waktu menanti urutan interview, saya bertemu anak-anak muda ini. Mereka mayoritas alumni UNAIR yang baru lulus kuliah sarjana. Masih FRESH banget. Dan ada satu yang sudah aktif bekerja di ranah digital kreatif di Jakarta, yang kemudian pindah ke Surabaya karena mengikuti suaminya, si pengantin baru saya menyebutnya. 

Karena saya sudah siap gagal, maka pertemuan itu tidak boleh tidak ada hasilnya sama sekali. 
Maka dengan kekuatan bulan, saya mengajak mereka bergabung dengan Komunitas Coding Mum Indonesia. Kami juga ngobrol asyiek sekali tentang kegiatan masing-masing. Ada yang dari psikologi, DKV dan manajemen bisnis. Bakal asik sekali kalau mereka bisa berbagi dan aktif bersama Coding Mum. 

Pengumuman hasil interview langsung esok harinya, begitu kata pihak pewawancara. 

Harap Harap Cemas,

Saya meminimalisir perilaku dikit-dikit cek HP dengan mematikan kuota data. Sengaja hahaha. Malah saya rencana buka hape besok paginya aja, sehari setelah masa pengumuman, biar santai aja kalau emang nggak ketrima gitu. Trus menyibukkan diri sendiri membuat Silabus untuk Coding Mum dan Kelasku Digital. 

Rupanya, jika jodoh nggak akan kemana, berlaku juga di sini. Menjelang maghrib, saya iseng membuka hape dan ternyata beberapa orang sudah memberikan Selamat lewat whatsapp. 

"Bu Heni, selamat ibu diterima di UC Apple Academy. Dan malah satu-satunya peserta perempuan di kategori Public Participants."

Allahu Akbar. Sekali lagi Allahu Akbar. 

Ini bukan kemenangan kawan, ini tugas. 
Saya bergegas memastikan teman-teman cantik yang ikutan interview kemarin, untuk segera bergabung ke Coding Mum dan mengenal Coding di sana. Saya yakin, skill basic coding saya yang saya dapat dari Coding Mum selama 3 tahun ini, menjadi salah satu faktor nilai tambah sehingga bisa lolos dan diterima. Sementara mereka, masih belum mengenal coding.


Selesai mengecek keabsahan kelolosan saya di website resmi UC Apple [klik di sini].
Saya pun bersiap memenuhi tahap administrasi selanjutnya. Untunglah Universitas Ciputra ini letaknya di Surabaya Barat, yang notabene dekat dengan rumah saya.

 Alhamdulillah ya Allah...Engkau Sungguh Maha Baik. 



Hati saya berdebar sangat kencang ketika berdiri di depan banner ini, di salah satu ruangan UC untuk registrasi. Kebetulan saat itu bertepatan dengan momen Training The Trainer, untuk fasilitator yang langsung ditraining oleh pihak Apple.

Sesekali saya mencuri pandang dan mencuri dengar. Menyaksikan orang asing, sedang mengajar langsung di depan mata dengan bahasa Inggris. Suatu keadaan yang biasanya saya alami lewat layar laptop atau hape saja. Apalagi instrukturnya ini dari Apple langsung, sebuah brand kelas dunia. 




selesailah urusan login di LMS-nya Apple Dev Academy

Tahu nggak gais,,,,,
Pengumuman diterima ini, saya dapatkan sehari sebelum ulang tahun saya ke-40 tahun. 

40 tahun coba, Can you imagine that?

Di usia 40 tahun ini, Allah SWT memberikan saya kesempatan untuk "kuliah" lagi dengan materi berkelas dunia, secara gratis, bahkan saya digaji sebagai "pekerja magang" oleh Apple, juga mendapatkan pinjaman device berupa Macbook Pro dan Iphone terbaru selama masa belajar sekitar 9 bulan. 

Yang lebih takjub lagi adalah lokasinya dekat dengan rumah saya. 
Ini adalah hadiah yang luar biasa dari Sang Maha Pencipta dan Maha Pengatur segalanya. 

Life is magic.
Keajaiban dalam hidup kita akan datang pada waktunya.

Dalam momen ini juga, sekalian saya mengabarkan bahwa demi menjaga fokus dan energi biar bisa maksimal di UC Apple Developer Academy, maka saya menunda rencana kegiatan yang padat baik untuk Komunitas Coding Mum Indonesia (KCMI) maupun Kelasku Digital, terutama kegiatan offline di Surabaya dan sekitarnya.

Sebagai gantinya, saya bersinergi dengan beberapa pengurus KCMI untuk membuat program kegiatan yang bisa dilakukan secara online.

Semoga dengan langkah ini, hasil "kuliah" saya bersama pihak UC dan Apple, akan maksimal sehingga memberikan impact yang bagus untuk program KCMI ke depannya. 

Sekali lagi MOHON DOA RESTU.
Ini semua adalah Untukmoe Rakjat-Rakjatkoe ...

Salam Edukasi Penuh Kasih

Heni Prasetyorini
Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia